Senin, 29 April 2013

Merbabu Oyoyoyoy

UN telah terlewati, saatnya mendaki.
Saya masih bingung mau bikin pendakian, kapan dan dimana. Akhirnya saya diberi saran oleh Alex, mending ndaki Merbabu tanggal 27 April 2013. Oke deh, saya terima sarannya. Lalu saya kowar-kowarkan ke teman-teman dan mereka setuju. Tanggal 25, masih belum ada kejelasan, siapa saja yang mau ikut. Teman saya, Cecep kemudian mengadakan briefing untuk mengetahui siapa saja yang ikut. Akhirnya 11 orang fix jadi peserta. 10 orang anak SMADA + 1 orang anak PatBhe.
Saya, Alex, Kambas, Juven, Cecep, Siber, Klembik, Kokoh, Aden, Yana, Ojek.

Cusss..
Sabtu 27 April 2013, kita berangkat dari warung Mbak War pukul 12.30 siang. Saya berboncengan dengan kambas. Panasnya bukan main saat itu. Sempat terjadi insiden kecelakaan saat kami mencapai Muntilan. Sebuah mobil bak terbuka menabrak sepeda motor yang menyebrang. Rombongan kami tepat di belakangnya. Juven yang berada tepat dibelakang mobil menyerempet bagian bak, untung di baik baik saja. Pukul 14.30 kami sampai di basecamp Merbabu jalur Wekas

Nanjak..
Pukul 15.30 kami berangkat dari basecamp menuju pos 2 Merbabu. Pemanasan dipimpin oleh sang atlet, Aden. Perjalanan dari basecamp sampai kuburan adalah yang terberat. Jalan yang berupa konblok menanjak
tajam membuat kaki lempoh dan nafas ngosngosan. Sampai kuburan kami rest dulu, mengatur nafas, dan minum secukupnya. Dari sini rombongan kami terpecah menjadi 3, "racing", "tengah", dan "pecandu". Kebetulan saya masuk ke rombongan "racing" yang terdiri dari aden, kokoh, dan klembik. Karena bawa dome kita harus cepat sampai pos 2 yang katanya sudah ramai oleh pendaki lain. Karena kurang olahraga, saya jadi yang paling belakang di rombongan racing. Aden dengan keril 100ltnya berada didepan. Kami rest 1 menit setiap ada leteran. Pukul 17.30 kami sampai di pos 2. Kami lalu menyiapkan dome sambil menunggu 2 rombongan lain yg dibelakang. 2 rombongan lain akhirnya tiba pukul 19.00.

Spageti bar bar..
Setelah semuanya terkumpul, dome akhirnya selesai. Saatnya masak. Bos cecep beraksi dengan mengeluarkan spagetinya. Katanya sih dia sudah menyiapkan resep kreasinya. Nggak tanggung-tanggung, satu wajan full. Spageti dipadu dengan ikan tuna + bawang bombay. Kami pun makan bersama-sama. Kenyang sudah ini perut saatnya tidur.

Api unggun..
Waktu masih menunjukan pukul 21.00, disamping camp kami ada camp dari rombongan magelang menyalakan api unggun yang lumayan besar. Yup, ada gula ada semut. Saya langsung menuju mereka. Modal "low profile" saya minta api mereka untuk dijadikan api unggun kami. Api sudah dapat, tapi karena faktor kayu kami yg basah, jadi gagal deh bikin api unggun, malah tangan teman saya yg terbakar, gara-gara terkena spiritus. Terjadi insiden di sini. Karena kurang hati-hati, salah satu pendaki dari rombongan magelang menendang golok. Jempol kakinya terluka. Di sini klembik numpang bakar ubi nya. Wah lumayan ubi bakar ditemani GG, tambah kenyang ini perut.

Dome cacat..
11 orang masuk dome kapasitas 6 orang. It's Imposible. Akhirnya siapa cepat dia dapat. Saya, alex, klembik, yana, aden tidak kebagian. Saya dan alex tidur di teras dome, Aden tidur diluar dengan sleeping bag, Yana dan Klembik tidur didekat api unggun milik rombongan dari Magelang.

Summit attack..
Minggu 28 April 2013 Pukul 03.00 kami lanjut nanjak ke puncak. 2 orang, yaitu kambas dan cecep, tinggal di dome. Di jalan 3 orang, saya, aden, dan siber terkena masuk angin. Aden kemudian minum minyak pepermintnya Ojek, dan langsung sembuh. "Wah manjur juga nih obat". Saya langsung bikin susu untuk nambah energi. Tinggal siber nih, yup siber akhirnya ndugap. Kami rest lumayan lama di sini. Setelah sehat semua kami pun lanjut. Sampai watu tulis rombongan terbagi menjadi 2. Rombongan racing dan santai. Saya mending ikut yang santai. Foto sana foto sini, yap itu asiknya ikut rombongan santai. Kami menikmati sunrise di tanjakan setelah jembatan setan. Alhamdulillah, cuaca cerah, jadi sunrisenya terlihat jelas.

Kenteng songo..
Pukul 07.00 kami sampai di puncak, setelah nyasak2 jalur untuk mencari jalan cepat. 4 orang dari rombongan racing Aden, Kokoh, Klembik, Juven sudah sampai lebih dulu. Kami lalu ambil foto dan makan roti untuk sarapan. Di sini kami melakukan kesalahan, yaitu menghabiskan air. Jadinya kami harus turun tanpa air minum.

Hot in Merbabu..
Kami turun dari puncak pukul 08.00. Di jalan kami sempat bertemu pendaki - pendaki cewek dari berbagai rombongan. Yap, mereka cantik-cantik gan. Dari salah satu rombongan ada pendaki cewek yang menggunakan hotpants, cakep lagi. Wew, ini langka brooo. Perjalanan turun kami jadi menyenangkan meskipun tanpa air.

Pukul 11.00 kami sampai di Pos 2. Nasi goreng keju abon buatan cecep sudah terhidang. Setelah makan siang, menikmati air bidadarinya si aden, pukul 13.00 kami turun. Tak lupa kami membawa air bidadari.

(banyu kelek vs air bidadari)
Di pos 2 terdapat 2 sumber air. Kedua sumber air itu berasal dari pipa bocor. Yang berada di atas airnya kuning, bau, dan tidak enak. Nama airnya adalah Banyu Kelek. Yang kedua berada di bawahnya, yaitu Air Bidadari, airnya bening, enak, dan segar.

Pukul 15.00 kami sampai di basecamp. Kebetulan basecamp sudah dipenuhi rombongan dari SMAN3 Surakarta. Kami jadinya istirahat di luar. Kebetulannya lagi rombongan SMAN3 surakarta ceweknya cakep-cakep. Langka lagi ini.

Nasi telor 3000..
Saya mencoba masuk basecamp menemui ibu basecamp untuk pesan makanan. Kebetulan rombongan dari Surakarta konsumsinya turah turah. Dengan modal "low profile" saya mencoba nembung bu basecamp untuk memanfaatkan sisa konsumsi. Alhamdulillah, bu basecamp setuju, kami pun makan kenyang hanya bayar 3000 untuk telor ceploknya.

Cemara..
Pukul 17.00 kami pulang. Sempat terjadi insiden waktu kami sampai di hutan cemara, Yana terjatuh dan salah satu tuas remnya patah. Untung dianya tidak apa apa.

Pukul 19.00 kami sampai di Jogja setelah melalu perjalanan liar di Jl.Magelang.

Sekian catper dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.
NB: Foto nyusul yak

Sabtu, 01 Desember 2012

Berbahagialah orang orang yang merasa cukup

Pernah diri digandrungi gelisah. Hanya duga duga dan kebingungan jadi isi kepala. Pikiran terus mencari ini itu, yang tak tentu benar salahnya.
Pernah diri ini digandrungi rasa tidak puas. Ingin ini ingin itu, seperti yang dihadap kurang.
Memang sifat diri manusia tidak pernah puas, tapi bukankah ketidak puasan membawa kegelisahan, jika yang dikejar tak kunjung ditemukan.
Memang mengejar itu perlu, tapi bukankah jika mengejar akan ada yang tertinggal, dan kita menjadi tak peduli dengan sekitar?
Jika sekitarmu sudah kau tinggalkan, kau hanya sendiri.
Bukankah manusia membutuhkan manusia yang lain.

Maka,
Nikmatilah hidupmu
Syukurilah nikmat

Ketentraman hati itu akan muncul ketika merasa cukup.
Ketentraman hati membawa kebahagiaan.
Berbahagialah orang orang yang merasa cukup.

sekian

Sabtu, 29 September 2012

Untuk dirimu yang sudah 33 tahun

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah"
 Soe Hoek Gie - Mandalawangi – Pangrango

Yang di atas adalah kutipan dari salah satu puisi Gie yang berjudul Mandalangwangi Pangrango. Saya di sini tidak akan membahas beliau, tapi tulisan saya disini adalah bentuk rasa terima kasih saya pada Vachera, organisasi pecinta alam SMA N 2 Yogyakarta yang pada kesempatan kali ini berumur 33 tahun. Mengapa saya mengutip puisi diatas?

"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya...."
33 tahun sudah Vachera mendidik anggotanya untuk berani menghadapi suatu permasalahan, entah itu ketika di gunung, di pantai, di rumah, di sekolah, dll. Dan saya merasakanya :

---Rapeling Perdana Vachera 32---
Sempat ragu untuk ikut, sempat beralasan yang macam macam. Tapi, ada gejolak rasa penasaran tersendiri di pikiran, "Rapeling?". Kata kakak kelas sih turun dari jembatan. Jembatan babarsari itu tingginya hampir 20m lebih, dan bayangkan nyawamu di gantung pada sebuah tali yang dikaitkan pada badanmu dengan carabiner, figur 8 dan harnest/webbing. Keberanian, ya keberanian adalah yang pertama harus dipersiapkan, tapi kalau sekedar berani tanpa didasari ilmu itu sama saja.
Kakak kakak kelas mengajari kami:
"Ngene lo carane nganggo webbing, ngene lo carane masang carabiner, ngene lo carane masang figur 8, ngene lo carane medun"
Akhirnya kami tahu caranya, kami yakin benar dan kami laksanakan. Jika sudah berani dan yakin,
"Sip ! Ngono lo, rapeling sing bener"

 "...tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah"
Alam, tak pasti, relative, syukur.  Kata- kata tersirat yang saya tangkap dari kutipan di atas. Kemampuan seseorang tidak bisa diukur dari segudang ilmu di otaknya, tapi bagaimana ilmu tersebut dapat berguna di kehidupanya. Alam menurut saya bersifat relatif, dapat diprediksi tapi hanya mengira-ngira. Namun, kita tidak boleh pasrah dan putus asa dalam menghadai cobaan dari alam.
Dan disini VACHERA berperan dalam memberikan pendidikan karakter untuk menghadapi cobaan-cobaan tersebut. Vachera mendidik kami untuk tidak panik, berpikir jernih meski di bawah tekanan, meskipun sampai saat ini saya masih kurang dalam mengendalikan pikiran dan emosi. Namun saya bisa merasakan pengaruhnya :

---Pendakian Gn. Sumbing---
Bekal sudah menipis, sementara waktu menunjukan pukul 18.30, kami masih di pos Pasar Setan. Ini adalah sebuah kesalahan manajemen perbekalan dan manajemen waktu. Tapi kami harus tetap tenang dan tidak panik. Namun kepanikan itu akhirnya datang, kami berselisih :
X   :   "Pie? Meh medun po ngecamp sik?"
Y   :   "Aku pengene medun saiki mbuh pie carane"
Z    :   "Tapi bukane baterene adewe wis do meh entek yo?"
X   :    "Iyo sih tapi nek ora gek medun bekale adewe yo bakal kurang"
Y    :    "Ho'o tho mendingan medun wae"
X   :    "Tapi bahaya lo medun wengi wengi, fisike adewe yo wis kesel, adewe ra iso nek langsung bablas basecamp."
Y   :    "Njuk terus pie?
Z    :    "Aku usul pie nek adewe ngecamp wae ning pos 2, terus perjalanan seko kene tekan pos 2 bekal sing adewe gowo dihemat sehemat mungkin. Ki ! sak botol 1,5L aqua nggo ngombe adewe wong 15 tekan pos 2. Terus adewe kan isih due mi. Nah mi kui nggo ransum seko pos 2 tekan basecamp, adewe mau rak wis mangan tho ning watu kothak.
X    :    "iso wi, aku setuju, aku yo mikir bahayane midun seko kene tekan basecamp padalo wis petengan ngene iki, gek ngerti dewe medane koyo ngopo.
Z    :     "Nek ngono, aku yo setuju, mending telat mulih mbangane ra mulih.

Kira kira seperti itu percakapanya. Mungkin seperti dibumbui tapi semoga cukup menggambarkan keadaan saat itu. Dengan gontai dan meraba raba kami turun menuju pos 2. Alhamdulillah kami selamat dan sampai di pos 2 kira-kira pukul 11 malam. Dan benar saja, "tenda berdiri, tidur pulas."


Dari uraian di atas saya menarik kesimpulan :

Vachera mendidik anggotanya dengan berdasar pada Pendidikan Karakter. Mendidik anggotanya agar memiliki karakter yang berani, berwawasan, bijaksana, dan peduli.

Sekian dari saya, jika mungkin banyak salah kata, saya mohon maaf.
SELAMAT ULANG TAHUN VACHERA !
VACHERAAA !! UHUUUY !!