Tampilkan postingan dengan label catper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catper. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Ngesotin Lawu via Candi Cetho

Catper kali ini saya akan bercerita tentang pendakian Lawu via Candi Cetho. Para ngesoter kita adalah Alex, Wisbek, Risqa, Ojek, Cempe, Donat, dan saya sendiri.

12 Agustus 2013
   Sesuai kesepakatan waktu TM kemarin, kita kumpul di rumah Alex pukul 08.00. Tapi kita berada di zona Waktu Indonesia Bagian Molor, kita baru ngumpul full-team jam 11.00. Pukul 11.30 kita baru berangkat, menaiki sepeda motor menuju basecamp Candi Cetho. Di perjalanan kita sempat mampir mampir dulu untuk mencari parafin dan ransum. Teriknya matahari, dan ramainya jalan karena masih musim Lebaran membuat kami mudah capek dan banyak istirahat. Sampai di Solo kami belum juga mendapat parafin, akhirnya saya dan Wisbek berinisiatif untuk menggunakan spiritus sebagai penggantinya. Di Karanganyar saya dan Wisbek sempat ketinggalan jauh. Kami berdua malah lewat Bekonang, padahal yang lain melewati jalur tengah /kota. Untung saja kami bisa berkumpul lagi di Jl. Solo-Karanganyar. 
   Pukul 14.00 kami sempatkan untuk mampir di sebuah warung makan. Kebetulan sudah habis habisan, ya sudah kita pesen seadanya saja. Nasi telor + teh anget, lumayan buat ngisi perut sebelum ndaki. Kami juga membeli ransum untuk pendakian di toko kelontong dekat warteg tersebut. Pukul 17.00 kami sampai di Objek Wisata Candi Cetho. Sepeda motor kami lalu dititipkan di tempat penitipan motor (anggap saja basecamp) di sekitar objek wisata. Di sini tidak ada basecamp resminya, kami juga tidak melakukan registrasi karena loketnya sudah tutup.
   Selepas Maghrib kami mulai mendaki. Gerbang candi yg sudah ditutup membuat kami harus berputar melalui jalan di sebelah candi. Di sebuah pos ronda kami melakukan pemanasan sekalian menyiapkan senter. Setelah pemanasan 15 menit, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Medan yang kami lalui belum terlalu berat. Jalannya belum begitu menanjak, tapi kalau untuk awalan lumayan menguras nafas. Jalan lumayan terlihat, hanya saja semak belukarnya lebat. Cuaca kali ini juga cerah. Saya berada di posisi paling belakang tepat di belakang Risqa. Di depan ada Wisbek dan Alex sebagai leader, mereka sebelumnya sudah pernah melewati jalur ini. Beberapa kali kami berhenti untuk mengatur nafas. Baru awal saja beberapa dari kami sudah ngosngosan.
   Kira kira pukul 19.00 kami sampai di Pos 1. Kami istirahat 15 menit di sini. Minum secukupnya dan lumayan cukup untuk sebatang rokok. Pukul 19.20 kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Jalannya masih sama, menanjak dan bersemak lebat. Vegetasi masih didominasi oleh pohon pohon besar. Kira kira pukul 20.30 kami sampai di pos 2. Rest dulu, minum, ngemil, dan sebatang lagi. Rata rata jarak antar post dari basecamp menuju post 4 adalah 1 jam. Tapi karena kami mau nyantai dan kondisi fisik yang tidak terlalu bugar, rata rata waktu tempuh kami adalah 1,5 jam. Pukul 20.45 kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3.
Berdebu dan terbakar
   Di sepanjang jalan menuju pos 3, vegetasi mulai berubah. Yang tadinya pohon besar berkanopi berubah menjadi cemara. Kira kira 30 menit setelah pos 2, jalan di sekitar kami berubah menjadi sangat berdebu, semak semaknya juga mulai menipis. Di depan kami muncul asap putih tipis yang lumayan menyesakkan. Ternyata telah terjadi kebakaran. Belakangan diketahui bahwa pohon pohon di sekitar jalur memang sengaja dibakar oleh pencari arang. Terlihat dari banyaknya karung karung di sekitar jalan yg berisi arang. Setelah melewati lokasi kebakaran selang 30 menit kami sudah sampai di Pos 3.
Akhirnya makan juga
   Waktu sudah menunjukan pukul 21.30, akibat kondisi kami yang sudah kelelahan dan jarak antara pos 3-4 yg lumayan jauh, maka diputuskan untuk mendirikan camp di sini. Setiap pos mulai pos 1 sampai pos 4 terdapat shelter yang kondisinya lumayan bagus. Shelter shelter tersebut beratap seng dan berdinding baliho/umbul umbul. Seperti biasa saya bertugas memasak. Alex, Wisbek, Donat, dan Cempe membangun dome. Sisanya membuat api unggun. Menu malam ini adalah makaroni rebus. Sial, masakan pertama saya gagal. Kompor spiritus yg panasnya tidak stabil membuat makaroninya jadi lodrok atau tidak matang sempurna. Padahal saya sudah menunggu sampai dini hari. Kami lalu makan roti dan minum energen untuk mengganjal perut kami. Setelah gagalnya masakan pertama, saya ganti kompor. Alex dan Donat kebetulan masih bangun, mereka menghangatkan diri di dekat api unggun. Kami bertiga lalu masak di atas api unggun. Biarlah sangit yang penting matang. Akhirnya pukul 04.00 masakan sudah jadi. Kami lalu membangunkan mereka yg tidur di dalam dome dan makan (sahur) bersama. Perut kenyang saatnya tidur.

Selamar Pagi !
13 Agustus 2013
   Mentari pagi mulai tampak sinarnya, kicauan burung terdengar sayup sayup melengkapi dinginya pagi ini. Dari luar dome terdengar gurauan gurauan. Ternyata saya bangun paling siang. Ketika dome sudah mau dibongkar, saya baru bangun. Rencana kami semalam adalah melanjutkan pendakian pukul 06.00, tapi karena kami bangunnya kesiangan, jadi lanjut pukul 07.00.


Beres beres
   Setelah semuanya beres kami mulai mendaki menuju pos 4. Angin dingin membuat ingus tak henti hentinya mengalir. Sampai hari ke 2 kami belum menemui pendaki lain. Jalur pendakian ini memang sepi. Kebanyakan para pendaki melewati jarur Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Sepanjang jalan menuju pos 4 vegetasi masih berupa semak semak dan pohon cemara yg sudah menghitam akibat kebakaran beberapa bulan lalu. Banyaknya pohon yg tumbang dan ranting ranting yang patah membuat jalur pendakian sulit dilewati. Semak semaknya juga lumayan tinggi, bahkan sampai setinggi kepala.
Terbakar

   Pukul 8.30 kami sampai di pos 4. Di sini kami istirahat sebentar, makan roti dan minum secukupnya untuk tambahan sarapan (sahur) tadi pagi. Kurang lebih setelah 20 menit kami melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan menuju pos 5 hanya berisi tanjakan yang cukup curam (kurang lebih sampai 60derajat). Saya dan Risqa berada di paling belakang, kami berdua sempat tertinggal jauh. Tapi tak apa lah, nyantai yg penting sampai. Saya memang sengaja berada di belakang bersama Risqa, karena dia bawa kamera. Lumayan buat jepret sana sini nyari view yang bagus. Pukul 09.00 kami sampai di Cemoro Kembar, kami sempat rest lama di sini.
Cemoro Kembar
   Kira kira pukul 10.30 kami sampai di pos 5. Pos 5 terletak di sebuah sabana luas. Jalur Candi Cetho memang terkenal dengan sabana luasnya. Hampir mirip dengan Rinjani, bahkan ada yg menganggap kalau Jalur Candi Cetho itu Rinjaninya Jawa. Cuaca kali ini sangat cerah, matahari sangat terik tapi anginya begitu dingin dan kering. Yang menyebalkan, di cuaca yg panas seperti ini ingus saya belum juga kering (indikasi kurang tidur dan kena flu).
  Setelah sabana yg luas, kami sampai juga di Pasar Setan. Vegetasi yang hanya berupa pohon kecil dan rerumputan membuat kami kesulitan mencari tempat berteduh. Panasnya matahari mulai membakar kulit, kami lalu melanjutkan perjalanan menuju warung Mbok Yem. 
Sabana

Jauuuh
Bunga Gunung

Setapak di tengah sabana
 
Menuju Puncak
   Alhamdulillah, pukul 12.30 kami sampai di warung Mbok Yem. Sebelumnya di Pasar Setan kami sempat muter muter, karena Saya, Wisbek, dan Alex lupa jalanya. Jalan setapak di Pasar Setan juga bercabang cabang. Jadi bagi yg belum hafal untuk perjalanan malam tidak disarankan. Saya, Wisbek, dan Alex berhenti di sini, kami tidak lanjut ke puncak (sudah pernah). Cempe, Ojek, Risqa, dan Donat melanjutkan perjalanan ke puncak. Saya lalu langsung pesen nasi pecel, kebetulan Mbok Yem tidak ada, yg jaga anaknya. Karena sibuk, saya disuruh beliau untuk ngambil sendiri (lumayan, prasmanan harga sama). Setelah saya makan, Wisbek dan Alex kemudian nyusul makan juga, tapi bedanya mereka nggak mode prasmanan. Setelah kami kenyang, kami tidur siang.
Sedikit lagi

3265 mdpl
   Siang ini begitu sepi, di Warung Mbok Yem hanya ada 4 rombongan. Memang kalau siang hari di sini sepi tapi kalau malam bisa penuh sampai luar. Pukul 14.00 rombongan dari puncak tiba di warung Mbok Yem. Mereka lalu makan siang dan istirahat. Kami cukup lama di sini, dari rencana pukul 14.00 turun, jadi molor pukul 15.30 kami baru turun. Biasanya kalau pendakian melalui Candi Cetho turunya lewat Cemoro Sewu yg lebih cepat. Tapi karena sepeda motor kami ada di Candi Cetho, kami harus balik lagi turun lewat jalur yg sama.
  
Sunset di Cemoro Kembar
   Indahnya sunset di atas sabana luas menemani perjalanan turun kami. Sampai cemoro kembar matahari sudah tak tampak. Kami berhenti dulu untuk sholat Maghrib. Setelah semuanya siap, kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan turun sama beratnya dengan naik. Jalan yang menurun tajam dan minimnya penerangan membuat kami harus ekstra hati hati. Rencana kami kalau sampai jam 20.00 belum sampai basecamp, kami harus nge-camp lagi.
   Pukul 19.50 kami sampai di pos 3. Kami langsung mendirikan dome dan membuat api unggun. Setelah itu kami langsung tidur.


14 Agustus 2013
   Dinginya udara pagi membangunkan saya dari mimpi indah. Di shelter sebelah terlihat Alex dan Wisbek membuat sarapan. Sarapan pagi ini adalah bubur bayi Sun + Susu. Meskipun bubur bayi tapi mengenyangkan. Kami sengaja tidak membuat mie instan karena kami harus menghemat air. Air yg kami bawa untuk perjalanan turun tinggal 3 liter. Pukul 07.30 kami turun menuju basecamp.
   Perjalanan turun dari pos 3 menuju basecamp hanya memakan waktu 2 jam. Alhamdulillah kami semua sehat selamat sampai basecamp. Selepas Dzuhur kami pulang ke Jogja.
-END-
Full Team
  

Senin, 29 April 2013

Merbabu Oyoyoyoy

UN telah terlewati, saatnya mendaki.
Saya masih bingung mau bikin pendakian, kapan dan dimana. Akhirnya saya diberi saran oleh Alex, mending ndaki Merbabu tanggal 27 April 2013. Oke deh, saya terima sarannya. Lalu saya kowar-kowarkan ke teman-teman dan mereka setuju. Tanggal 25, masih belum ada kejelasan, siapa saja yang mau ikut. Teman saya, Cecep kemudian mengadakan briefing untuk mengetahui siapa saja yang ikut. Akhirnya 11 orang fix jadi peserta. 10 orang anak SMADA + 1 orang anak PatBhe.
Saya, Alex, Kambas, Juven, Cecep, Siber, Klembik, Kokoh, Aden, Yana, Ojek.

Cusss..
Sabtu 27 April 2013, kita berangkat dari warung Mbak War pukul 12.30 siang. Saya berboncengan dengan kambas. Panasnya bukan main saat itu. Sempat terjadi insiden kecelakaan saat kami mencapai Muntilan. Sebuah mobil bak terbuka menabrak sepeda motor yang menyebrang. Rombongan kami tepat di belakangnya. Juven yang berada tepat dibelakang mobil menyerempet bagian bak, untung di baik baik saja. Pukul 14.30 kami sampai di basecamp Merbabu jalur Wekas

Nanjak..
Pukul 15.30 kami berangkat dari basecamp menuju pos 2 Merbabu. Pemanasan dipimpin oleh sang atlet, Aden. Perjalanan dari basecamp sampai kuburan adalah yang terberat. Jalan yang berupa konblok menanjak
tajam membuat kaki lempoh dan nafas ngosngosan. Sampai kuburan kami rest dulu, mengatur nafas, dan minum secukupnya. Dari sini rombongan kami terpecah menjadi 3, "racing", "tengah", dan "pecandu". Kebetulan saya masuk ke rombongan "racing" yang terdiri dari aden, kokoh, dan klembik. Karena bawa dome kita harus cepat sampai pos 2 yang katanya sudah ramai oleh pendaki lain. Karena kurang olahraga, saya jadi yang paling belakang di rombongan racing. Aden dengan keril 100ltnya berada didepan. Kami rest 1 menit setiap ada leteran. Pukul 17.30 kami sampai di pos 2. Kami lalu menyiapkan dome sambil menunggu 2 rombongan lain yg dibelakang. 2 rombongan lain akhirnya tiba pukul 19.00.

Spageti bar bar..
Setelah semuanya terkumpul, dome akhirnya selesai. Saatnya masak. Bos cecep beraksi dengan mengeluarkan spagetinya. Katanya sih dia sudah menyiapkan resep kreasinya. Nggak tanggung-tanggung, satu wajan full. Spageti dipadu dengan ikan tuna + bawang bombay. Kami pun makan bersama-sama. Kenyang sudah ini perut saatnya tidur.

Api unggun..
Waktu masih menunjukan pukul 21.00, disamping camp kami ada camp dari rombongan magelang menyalakan api unggun yang lumayan besar. Yup, ada gula ada semut. Saya langsung menuju mereka. Modal "low profile" saya minta api mereka untuk dijadikan api unggun kami. Api sudah dapat, tapi karena faktor kayu kami yg basah, jadi gagal deh bikin api unggun, malah tangan teman saya yg terbakar, gara-gara terkena spiritus. Terjadi insiden di sini. Karena kurang hati-hati, salah satu pendaki dari rombongan magelang menendang golok. Jempol kakinya terluka. Di sini klembik numpang bakar ubi nya. Wah lumayan ubi bakar ditemani GG, tambah kenyang ini perut.

Dome cacat..
11 orang masuk dome kapasitas 6 orang. It's Imposible. Akhirnya siapa cepat dia dapat. Saya, alex, klembik, yana, aden tidak kebagian. Saya dan alex tidur di teras dome, Aden tidur diluar dengan sleeping bag, Yana dan Klembik tidur didekat api unggun milik rombongan dari Magelang.

Summit attack..
Minggu 28 April 2013 Pukul 03.00 kami lanjut nanjak ke puncak. 2 orang, yaitu kambas dan cecep, tinggal di dome. Di jalan 3 orang, saya, aden, dan siber terkena masuk angin. Aden kemudian minum minyak pepermintnya Ojek, dan langsung sembuh. "Wah manjur juga nih obat". Saya langsung bikin susu untuk nambah energi. Tinggal siber nih, yup siber akhirnya ndugap. Kami rest lumayan lama di sini. Setelah sehat semua kami pun lanjut. Sampai watu tulis rombongan terbagi menjadi 2. Rombongan racing dan santai. Saya mending ikut yang santai. Foto sana foto sini, yap itu asiknya ikut rombongan santai. Kami menikmati sunrise di tanjakan setelah jembatan setan. Alhamdulillah, cuaca cerah, jadi sunrisenya terlihat jelas.

Kenteng songo..
Pukul 07.00 kami sampai di puncak, setelah nyasak2 jalur untuk mencari jalan cepat. 4 orang dari rombongan racing Aden, Kokoh, Klembik, Juven sudah sampai lebih dulu. Kami lalu ambil foto dan makan roti untuk sarapan. Di sini kami melakukan kesalahan, yaitu menghabiskan air. Jadinya kami harus turun tanpa air minum.

Hot in Merbabu..
Kami turun dari puncak pukul 08.00. Di jalan kami sempat bertemu pendaki - pendaki cewek dari berbagai rombongan. Yap, mereka cantik-cantik gan. Dari salah satu rombongan ada pendaki cewek yang menggunakan hotpants, cakep lagi. Wew, ini langka brooo. Perjalanan turun kami jadi menyenangkan meskipun tanpa air.

Pukul 11.00 kami sampai di Pos 2. Nasi goreng keju abon buatan cecep sudah terhidang. Setelah makan siang, menikmati air bidadarinya si aden, pukul 13.00 kami turun. Tak lupa kami membawa air bidadari.

(banyu kelek vs air bidadari)
Di pos 2 terdapat 2 sumber air. Kedua sumber air itu berasal dari pipa bocor. Yang berada di atas airnya kuning, bau, dan tidak enak. Nama airnya adalah Banyu Kelek. Yang kedua berada di bawahnya, yaitu Air Bidadari, airnya bening, enak, dan segar.

Pukul 15.00 kami sampai di basecamp. Kebetulan basecamp sudah dipenuhi rombongan dari SMAN3 Surakarta. Kami jadinya istirahat di luar. Kebetulannya lagi rombongan SMAN3 surakarta ceweknya cakep-cakep. Langka lagi ini.

Nasi telor 3000..
Saya mencoba masuk basecamp menemui ibu basecamp untuk pesan makanan. Kebetulan rombongan dari Surakarta konsumsinya turah turah. Dengan modal "low profile" saya mencoba nembung bu basecamp untuk memanfaatkan sisa konsumsi. Alhamdulillah, bu basecamp setuju, kami pun makan kenyang hanya bayar 3000 untuk telor ceploknya.

Cemara..
Pukul 17.00 kami pulang. Sempat terjadi insiden waktu kami sampai di hutan cemara, Yana terjatuh dan salah satu tuas remnya patah. Untung dianya tidak apa apa.

Pukul 19.00 kami sampai di Jogja setelah melalu perjalanan liar di Jl.Magelang.

Sekian catper dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.
NB: Foto nyusul yak

Senin, 30 Juli 2012

Perjalanan paling uhuuy :D

Wah lama nggak posting nih, akhirnya ada niat spontanitas untuk posting. Kali ini aku hanya sekedar share tentang perjalanan terakhir di tahun 2011-2012. Sebenarnya tiap perjalanan aku bikin catper. Tapi karena sudah lupa bahkan tanggalnya pun juga lupa. ya saya rapel saja deh jadi satu entri. Yang penting ada bukti. Kata wisbek sih no pict = HOAX

1.  Merapi (2900 mdpl)
Terlaksana juga akhirnya ndaki Merapi, bersama ex-Scooter (Amik, Bowo, Fatya, Amrun, JJ, Enggar, Kebo, Doko, dan satu lagi siapa ya ?) Kita ambil jalur Selo. Berangkat pukul 12 malam dan sampai Pasar Bubrah sunrise. Lalu sebagian dari kita ada yang muncak dan ada yang bertamasya ke Geger Boyo. Ini nih fotonya :









2.   Sindoro (3153 mdpl)
Ini merupakan pendakian Vachera paling gayeng, glory, dan happy. Bekal logistik turah turah, suguhan pemandangan nan indah. Kami ber-9 (Saya, Dito, Bowo, Wisbek, Fiki, Comenk, Fanda, Moses dan Henrry) Perjalanan makan waktu 2 hari semalam, sayang aku nggak muncak karena sakit, jadi stuck di pos 3. Nih fotonya :











3. Slamet (3432 mdpl)
Gunung tertinggi ke 2 di Jawa cuy ! Perjalanan mendaki gunung Slamet adalah yang terberat menurut saya. Medanya yang nanjak terus, hutan masih padat khususnya Jalaur Baturaden, dan logistik kita turah turah tapi cuma Mie Instan dan sarden, airnya pun juga mepet. Tapi saya akui perjalan Slamet guayenge puol ! Perjalanan memakan waktu 4 hari 3 malam, bersama para pendaki senior lho ! (Mas Kampes, Zaki, Taufik, Sigit, Koko, Cak Topik, Afik, Bowo) aku cupu dewe. 
naik via Bambangan turun Baturaden.
Fotonya :




Sementara itu. Nantikan rapelan edisi berikutnya !

Jumat, 16 Desember 2011

Duo Edan VCH32 --- Merbabu Via Cunthel

Mengapa Merbabu selalu wekas ? Bukan yang lain. Pertanyaan yang muncul dari kami , saya dan wisbek, 2 orang dari vachera 32. Karena bosan lewat Wekas terus, kami pun mencoba jalur lain, dan jalur yang akan kami coba kali ini adalah Cunthel. Jalur yang sudah lama di buka untuk pendakian Merbabu.
Kami putuskan tanggal 9 - 10 Desember sebagai waktu pendakian kami, dan kebetulan Dito dkk juga akan mendaki Merbabu lewat Wekas.

Basecamp Cunthel (1600 mdpl)
Pukul 3 sore kami berangkat dari SMADA menggunakan sepeda motor. Sampai di daerah Kopeng kami sempat bolak balik karena gerbang desa Kopeng nggak ketemu2. Setelah bertanya pada penduduk sekitar, akhirnya ketemu juga basecamp Cunthel. Pukul 16.30 kami sampai di basecamp. Kami bertemu Mas Ando dan Pak Tono selaku penjaga basecamp. Kami sempat ngobrol2 tentang apa saja yang akan kami temui di perjalanan kami nanti. Setelah melakukan registrasi dan mengisi perut dengan nasi bungkus yang sengaja kubeli tadi siang (belum makan siang) pukul 17.00 kami berangkat.

Pos Bayangan 1 (dalan tengah 1858 mdpl)
Sepanjang perjalanan antara pos 1 dan basecamp kami melewati rumah penduduk dan perkebunan sayuran milik penduduk. Jalannya berbatu dan tertata rapi (seperti lawu saja). Lumayan nanjak untuk pemanasan, pukul 17.30 kami sampai di Pos banyangan 1. Di sini kami bertemu dengan 2 pendaki yang kira2 seumuran denganku. Maghrib telah menjelang, kami lalu mendirikan sholat maghrib di sini. Pukul 18.20 kami melanjutkan perjalanan.

Pos Bayangan 2 (gumuk 2063 mdpl)
Gelapnya malam sudah datang menyelimuti hutan pinus merbabu ketika kami melanjutkan perjalan dari pos bayangan 1. Jalan yang kami lewati kali ini cukup landai dengan lebar jalan yang cukup untuk jalan berdampingan. Kali ini wisbek berada didepan. Aku dibelakang saja karena senterku baterenya akan habis. Di perjalanan kami sempat melewati Pos Bak Penampungan Air, tak lama kami berhenti di sini. Hanya melepas dahaga dan mengisi ulang senterku. 18.30 sampailah kami di pos bayangan 2. Karena jarak antara bak penampungan dengan pos bayangan 2 cukup dekat, jadi kami hanya istirahat kira2 10 menit di sini.

Pos 1 (watu putut 2145 mdpl)
Perjalan kami lanjtukan dari pos bayangan 2 menuju pos 1. Jalan yang cukup melahkan dan pohon pinus di kanan dan kiri menemani kami, tak lupa si rembulan dewasa ikut menyinari kami dari sela sela daun pephonan. Pukul 19.00 kami sampai di Pos 1. Si Wisbek lalu membuka peta yang sengaja kami bawa untuk bermain resection dan intersection. Tembak situ tembak sini, si wisbek memainkan kompas bidiknya, aku yang membaca peta. Setelah hanya mengira-ira ketemu juga posisi pos 1 di peta (walaupun akhirnya kami tau bahwa ternyata meleset jauh). Tak sulit untuk melihat kenampakan alam sekitar kami, karena malam ini adalah bulan purnama dan cuaca sangat cerah. 19.30 kami melanjutkan perjalanan.

Pos 2 (Kedokan 2300 mdpl)
Batas batas vegatasi mulai terlihat disini. Sepanjang perjalanan antara pos 1 dan pos 2, disekitar kami pohon2 mulai berubah dari pinus ke semak belukar dan pohon yang cukup pendek. Pukul 21.00 kami sampai di Pos 2. Setelah istirahat 10 menit kami melanjutkan perjalanan.

Pos 3 (Kergo pasar 2458 mdpl)
Meninggalkan pos 2 bersamaan juga kami meninggalkan hutan lebat gunung Merbabu. Semak belukar dan padang rumput terbuka kami lewati. Jalan yang cukup menanjak membuat kakiku terserang kram. Karena daerah yang terbuka, maka dinginya angin malam mulai terasa menusuk kulit, menembus kaos tipisku. Kali ini aku berjalan di depan. Benar kata pak Tono, sepanjang perjalanan sebelum pos 3, kami disuguh pemandangan lampu kota Salatiga, Magelang, dan Semarang. Setelah melewati hutan semak belukar sampailah kami di Pos 3, sebuah padang savana terbuka yang cukup luas. Pos 4 pemancar sudah terlihat dari sini. Di sini kami bertemu dengan 2 pendaki dari kendal yang turun dari perjalan ke pos 4 karena kelelahan dan memutuskan ngecamp di sini.

Camp ethel pinggir dalan. (???? mdpl)
Target kita adalah tidur di pemancar. Tapi karena jalan antara pos 3 dan pos 4 yang ngetrek abis dan najaknya, membuat kakiku kram, sampai-sampai susah untuk kugerakan. Kami pun mulai memasuki semak2 kembali. Di sini kami beristirahat di pinggir jalan untuk menyembuhkan kakiku. Katanya sih 10 menit istirahatnya, tapi si Wisbek malah ingin membangun camp di sini. Oke lah kita bangun camp di sini karena memang malam yang sudah larut dan badan yang sudah lemas, lahan yang kami tempati cukup untuk satu tenda kecil yang kami bawa (thanks buat bu Ratna), tema pendakian kali ini Ethel dan Santai, jadi target tak tercapai tak masalah, yang penting badan sehat hati senang. Setelah tenda sudah berdiri kami pun masak didalamnya (hahahaha, la tempatnya hanya untuk tenda, jadi masaknya di dalam tenda). Angin malam dan dingin berhembus kesana kemari, membuat suasana malam itu jadi ramai oleh gemeretak dahan pohon.
---Sleep tight.

Pos 4 (pemancar 2883 mdpl)
Pukul 06.00 10 Desember 2011, kami terbangun dari tidur dingin kami. Packing dan membongkar tenda adalah agenda kami. Setelah siap kami pun melanjutkan perjalanan. Benar juga trek setelah camp kami sangat nanjak dan tak cocok buat kakiku semalam. Pemandangan indah menghibur kami, Sumbing, Sindoro, Perahu, Rawa Pening semua terlihat, pos 2 wekas pun juga terlihat. Di Pos 2 wekas terlihat tenda coleman flysheet demo***t merah punya Dito dkk. Inilah yang membedakan Cunthel dengan Wekas, yaitu pos terakhir berada di ketinggian yang 2800 lebih, dan pemandangan alam terbuka yang membuat terkagum kagum. Pukul 08.00 sampailah kami di Pos 4, angin sumilir, sumribit, dan sukenceng menyambut kami. Dinginya euyyy !!. Lapar mulai menyerang, karena kami memang belum sarapan. Kusiapkan nasting dan kompor untuk membuat sarapan. Ealah , si Wisbek malah ngilang untuk main navrat lagi dan mencari sumber air di sekitar kawah, yang katanya tidak banyak orang yang tau. Membuat mi, menanak nasi, dan menyeduh susu jadi tugasku. Pukul 9.30 wisbek balik ke pemancar dengan membawa tas kresek berisi air bersih yang dia dapat dari sumber air, berhasil juga dia menemukanya. Setelah makan dan bermain peta (menemukan lokasi pos 2 wekas), pukul 10.30 kami turun.

The Tourist
Diperjalan turun, kami hanya beristirahat pada setiap pos yang ada. Pelan-pelan tapi pasti tak terasa kami sudah sampai di Pos Penampungan Air. Di sini kami bertemu orang Jerman, dia sendirian. Kami ngobrol dengannya cukup lama. Dia bercerita tentang kisahnya mengelilingi dunia. Namanya Micha, umur 26 tahun, seorang laki-laki yang sudah 6 tahun meninggalkan negaranya untuk melihat dunia. Dia sudah singgah di 13 negara termasuk Nepal, Himalaya. Hal menarik dari ceritanya adalah ketika di Nepal dia tinggal di dalam gua selama 1 bulan dari total waktunya yaitu 5 bulan. Selama 6 tahun dia tidak pernah menginap di hotel atau losmen, dia hanya tidur di dalam tenda. Setelah kira-kira 30 menit kami ngobrol, Micha melanjutkan perjalannya, dan kami pun lanjut turun ke basecamp.

Pukul 15.30 kami sampai di Basecamp. Peta yang kami bawa dalam perjalanan kami buka kembali untuk mengecek plotingan kami selama perjalanan. Kami pun belajar menggunakan koordinat GPS, geografis dan UTM. Ternyata mas Ando si penjaga besecamp minta diajari membaca peta. Lumayan sebagai imbalan kami dapan potongan peta topografi bukit bukit sekitar Merbabu. Setelah dirasa cukup, kami pamitan dan pulang ke Jogja.

Jumat, 28 Oktober 2011

Penmas --- "Bersih Gunung" Mt. Merbabu bersama Vachera

Proker tahunan Vachera, Pendakian Massal. Pendakian massal tahun ini mengambil tema Bersih Gunung. Acara ini bukan hanya pendakian saja, tapi juga membersihkan sampah di jalur pendakian.

Hari Pertama
Total peserta pendakian kali ini ada 45 orang, 3 diantaranya adalah guru pembimbing, Pak Dadang, Bu Ratna dan Bu Ari ditambah Pak Karman dan Pak Eko sebagai keamanan.. Pagi pagi aku sudah sampai basecamp vachera. Di basecamp sudah ada beberapa anggota vachera, disini kami mempersiapkan perbekalan logistik maupun alat, checking peserta, dan menunggu truk pasir datang.
Kira kira pukul 10 kami berangkat dari basecamp vachera smada. Di truk terdapat pemandangan yang berbeda, yaitu seluruh guru pembimbing berbaur dengan para peserta dalam bak truk pasir yang terbuka.
Pukul 2 siang kita sampai di basecamp merbabu. Aku dan panitia lainya langsung mempersiapkan diri mengkoordinir kloter2 peserta pendakian. Pendakian kali ini di bagi atas 3 kloter.
Kebetulan aku kebagian kloter 1, dan di kloter inilah ada Bu Ratna, guru sejarah smada yang sudah berumur kira2 50 tahunan. Pukul 3 sore porter berangkat. Kemudian disusul kloter 1 pukul 4 sore.
Di perjalanan Bu Ratna tidak pernah mengeluh walaupun sudah berusia lanjut beliau masih tetap bugar. Aku harus mencontoh dia, walau bawa tas cerir segede kulkas dengan bobot yang hueeehhh, aku harus jalan terus.
Kami sering berhenti di perjalanan karena di kloter 1 ini banyak peserta pemula. Ratri dan Mbak Riri sempat bermasalah dengan kaki mereka. Akhirnya setelah berjalan kurang lebih 3 jam akhirnya sampai juga kami di pos 2. Di sini sudah ada para porter yang tadi berangkat lebih awal, mereka sedang membangun tenda. Para peserta lalu kurusuh untuk mengkondisikan diri, istirahat, dan makan. Kurang lebih 30 menit kemudian kloter 2 datang, disusul kloter 3 20 menit di belakangnya.
Akhirnya semua peserta sudah berkumpul di pos 2. Aku, Bowo, wisbek bertugas mencari kayu bakar untuk acara api unggun karena cuaca malam yang cerah membuat suhu semakin dingin.
Api unggun sudah jadi, kami lalu memasak mie dan membuat minuman hangat. Tak lupa bakar ketela yang sudah kami bawa dari basecamp.
Karena api unggunnya kecil, jadi tidak semua peserta ikut, sebagian sudah pada tidur di tenda.
Malam ini di pos 2 lumayan rame ada warga sekitar yang ngecamp disini. Aku bergabung bersama mereka, karena api unggun mereka gede banget. santai makan ketela bakar sambil ngerokok. Dito, aziz, nawal, homer, juga ikut bergabung.
Karena sudah larut aku pun masuk tenda.

Hari 2
Pukul 2.30 dini hari, terdengar para penjaga malam dito dan kawan2 membangunkan kami untuk summit attack. Peserta summit kira2 42 orang. Bu Ratna juga ikut dalam rombongan. Sasaran summit pagi ini adalah puncak Syarif. Alhadulillah perjalan lancar, hanya terhenti sebentar karena ada beberapa peserta yang sakit ringan. Kami tiba di puncak sunrise sebelum matahari muncul, lalu satu persatu peserta lain tiba di puncak.
Melepas lelah dan berfoto ria, kami cukup lama di sini. Pukul 10 kami turun dari puncak menuju pos 2. Aku ikut rombongan santai. Turun sambil menikmati pemandangan yang belum sempat terlihat tadi malam. Aku samapi di pos 2 ketika peserta lain sudah turun. Kami langsung packing dan capcus turun ke basecamp. Di basecamp kami disambut nasi sayur dengan telur ceplok sebagai lauknya. Sambil menunggu truk beberapa peserta berbelanja sayuran murah karena langsung dari kebunya, tak ketinggalan Bu Ratna juga ikut memborong sayur mayur. Pukul 5 sore truk datang, dan perjalanan pulang dimulai, Jogja kami datang....
FOTO FOTO :
Bu Ratna, OTW pos 2

SUNSET
Summit Attack
Sunrise syarif

Bu Ratna di Puncak Syarif
Bersih Gunung Mt. Merbabu with Vachera Smada Jogja

Rabu, 26 Oktober 2011

SURVEY 2-- (penmas) Bersih Gunung Mt. Merbabu

H-7 sebelum penmas. Dan aku diberi tugas untuk survey (lagi) Mt. Merbabu.
Berbeda dengan sebelumnya survey kali ini tim terdiri dari 3 orang saja. Aku, wisbek, dan chw.
Seperti biasa kami berangkat sabtu sore. Kami berusaha untuk tidak kemalaman, karena kita sudah membuat janji untuk bertemu SMADA 011 di pos 2, untuk mengembalikan dome, maka dari itu harus berangkat lebih pagi dari biasanya.
Pukul 2, kami sampai di basecamp Merbabu. Seperti biasa, ngeteh-minta ijin-retribusi-sholat-berangkat ---
Trek sebelum pos 2 sangat gersang, karena masih musim panas. Terik matahari membuatku dan chw sering berhenti karena kehausan, sementara si wisbek masih kuat aja didepan.
Pukul 5 sore, akhirnya kita sampai di pos 2, dan alhamdulillah ketemu dengan rombongan 011.
wah mereka ternyata sedang berpesta, pucuk dicinta ulam pun tiba, kami diajak gabung bersama mereka. jarang2 bisa makan digunung.
Kami dengar cerita dari mas rempel, bahwa mereka gagal summit karena badai, dan parahnya badainya dari malam sampai pagi ketika mereka berangkat summit. Rombongan 011 turun dari pos 2 ketika hari menjelang maghrib.
Cuaca pun berubah drastis. Angin kencang bertiup dari arah puncak dan bawah (wah badai). Hujuan pun kadang turun membuat kita kesulitan untuk memasak.
Dan benar juga, karena angin yang kencang api yang kita buat selalu mati, yyahh maklum lah, peralatan kita minim. Bahan bakar parafin, nggak bawa kompor, korek gas mati, dan korek api kayu punya wisbek tinggal sedikit.
Akhirnya masakan kita matang (mie instan dan susu), karena situasi diluar tidak mendukung (angin kencang, hujan gerimis, dan debu yang berterbangan) membuat kami terpaksa makan di dalam dome.
Tak ada diantara kami yang berani keluar malam itu.
Tidur pun susah, karena suara angin, dan dome kita ternyata framenya patah dan bocor. Air menggenang di dalam dome. Walau sebelumnya sudah kami perbaiki, tapi karena hanya bermodal plester dan tali, dome kami tetap reot.
Malam itu aku keluar dari dome , memeriksa keadaan frame yang pecah. Di luar para pendaki lain sudah tidur. Angin kencang bertiup dari segala arah, hujan pun belum berhenti.
Pukul 6 pagi, aku keluar dari tenda.
Dan, anjriiit ! Pantesan tadi malam dome kami terasa tembus air, ternyata flysheet domenya lepas, untungnya salah satu talinya masih nyangkut di frame.
Cuaca pagi itu sangat berkabut, dan dinginya minta ampun, karena angin masih bertiup dengan kencangnya.
Kami lalu membuat sarapan pagi, duh -- korek gas mati, korek jress tinggal 3 ler. --
Perut kami bergantung pada 3 batang korek api. Karena angin kencang, sulit banget buat bikin api. Sampai seorang wisbek pun putus asa.
joss ! aku berhasil membuat api, korek gasku lalu kukeringkan.
Karena kelembaban tinggi dan angin yang kencang, untuk memasak air saja butuh waktu 1 jam. Air panas tersebut kami gunakan untuk memebuat mie (lagi) dan susu (lagi).
Ditengah cuaca begini masih sempat2nya perutku mulas, huhh,, (sensored)

Kami hanya bisa bertahan di POS 2, karena untuk summit cuaca sangat tidak mendukung. Kabut dan angin kencang masih ada sampai jam 11. Pukul 12 kami pun turun ke basecamp. Cuaca di basecamp malah sangat panas berbeda dengan di pos 2.
Melepaskan lelah dan pamit dengan penjaga besecamp, pukul 3 sore kita pulang ke jogja.

Sabtu, 22 Oktober 2011

SURVEY 1-- (penmas) Bersih Gunung Mt. Merbabu .

Pendakaian masal tinggal kira2 2 minggu. Seperti acara outdor lainya, sebelumnya harus ada survey tempat maupun situasi sebelum Hari H. Dan aku di ajak oleh si ketua penmas CHW untuk survey di merbabu. Tak hanya berdua, dito dan simbah juga ikut.
wah ada turis, mengapa turis? karena simbah sebelumnya belum pernah naik gunung. Stock makanan jadi terjamin, karena si embah ini hanya mau bawa makanan saja..
Habis ashar kita berangkat dari basecamp.
Sampai di gapura.... Anjrit ! motor nggak kuat, mio ku jadi korban, bau mesin panas tercium, dan kecepatan saat itu hanya 5km/jam, karena nanjaknya minta ampun..
Habis maghrib kita sampai di basecamp merbabu. Di sini kami bertemu pendaki solois yang nyentrik dan nekat banget, karena di hanya bawa daypack kecil. (wah aku dadi isin,)
seperti biasa, kami di sambut oleh penjaga basecamp dengan teh hangat. (ngeteh duluu.)
setelah badan seger, kami pun memulai pendakian.
Di trek awal aku,chw,dito baik2 saja, tapi simbah... wah kok ngosngosan iki??
ya udah deh kita jalan pelan2. . .
sampai di rest area post 2, tempat nya luas dan kita langsung buka lapak.
sensasi menusuk kulit DINGIN, langit cerah dan suhu rendah menjadi teman istirahat.
aku seperti biasa langsung menyulut si tobaco stick. lumayan untuk pelega.
kami lalu memanaskan air dan membuat kopi, lalu masak mie (kere).
Karena kedinginan, setelah makan kami langsung tidur.

Pukul 7 pagi , sinar mentari menyambut kami, ditemani dinginya embun pagi.
Sarapan pagi kami isi dengan susu dan roti.
Aku dan chw kebagian jatah ke puncak. (wah males cahh)
aku pun memutuskan menuju menara pemancar saja, ya cuma sekedar main. karena sebelumnya aku belum tau..
Kejadian lucu terjadi di pertigaan pos batas kabupaten. Yang seharusnya belok kanan, kita malah belok kiri. ehhh, kok pemancarnya di sana ya..? aduh kita salah jalan, dan harus balik arah.
akhirnya sampai juga di pemancar. disni terdapat tower radio yang gede. aku heran gi mana caranya bikin tower segede ini?
sebearnya pos pemancar ini adalah salah satu puncak/pos dari jalur kopeng/tekelan.
disini juga terdapat shelter terbuat dari cor beton (edun pie le nggawe iki?)
Habis zuhur kita turun.
sampai di pos 2, kami disambut nasi hangat dengan lauk sarden, telur dadar, dan mi goreng.
agenda sebelum turun adalah kenyangkan perut.
setelah dirasa cukup kami pun turun ke basecamp.
pada perjalanan turun ini simbah merekam semuanya. (berasa film dokumenter)
ashar kita sampai basecamp langsung capcus ke jogja....

TIM SURVEY (dito,simbah,chw,fauzan)